Saturday, November 12, 2016

Travelio.com Tawarkan Tiga Keuntungan Sekaligus untuk Akomodasi Perjalanan Kalian, Apa Saja?

Satu hal yang selalu menjadi momok menakutkan bagi mahasiswa tingkat akhir apa lagi kalau bukan PENELITIAN!!! Kalau ada dari kalian yang saat ini sedang mengerjakan skripsi atau tesis, berarti kita senasiiiiib. 

Saya adalah mahasiswa pascasarjana di salah satu perguruan tinggi di Kota Yogyakarta. Saat ini, saya sedang harap-harap cemas karena kurang dari seminggu lagi akan menghadapi Ujian Seminar Proposal Tesis. Nah, setelah ujian proposal berakhir, perjalanan panjang justru baru akan dimulai. 

Di jurusan saya Ilmu Komunikasi, penelitian untuk tugas akhir bisa dilakukan dengan analisis teks (ex: berita, film, iklan) atau terjun langsung ke lapangan. Untuk penelitian saya kali ini, saya memilih untuk terjun langsung ke salah satu instansi pemerintah daerah di Bandung. Nggak cuma saya, teman-teman satu angkatan juga banyak yang memilih penelitian lapangan demi gelar Master of Arts. Ada yang ke Jakarta, ada yang ke Riau, sampai ada juga yang harus terbang jauh ke Toraja. 

Memilih untuk melakukan penelitian di luar Kota Jogja sebenarnya ada plus minusnya.  Bagi yang suka traveling, penelitian justru dijadikan kesempatan untuk sekalian liburan, karena nggak mungkin dong setiap hari ngerjain tesis melulu. Tapi bagian ribetnya adalah mengurus soal perizinan. Teman-teman yang berpengalaman melakukan penelitian di luar kota/provinsi pasti sudah sangat akrab dengan BANKESBANGPOL (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik), salah satu organisasi perangkat daerah yang juga mengurusi rekomendasi penelitian bagi para mahasiswa. 

Misalnya saya nih, karena berasal dari perguruan tinggi di Provinsi D.I.Y dan akan melakukan penelitian di Kota Bandung yang ada di Provinsi Jawa Barat, maka wajib hukumnya untuk meminta rekomendasi penelitian dari Bankesbangpol D.I.Y untuk diserahkan kepada Bankesbangpol Jawa Barat yang akan menerbitkan surat rekomendasi penelitian saya. Ini yang saya bilang perjalanan panjang, karena sebelum melakukan penelitian ke Bandung, saya pun harus ke sana untuk mengurus perizinan.

Meski beberapa Bankesbangpol di setiap daerah menawarkan one day service dalam menerbitkan surat rekomendasi penelitian bagi mahasiswa, tapi kalau harus ke Bandung, Jakarta, atau bahkan Riau dan Toraja dari Jogja nggak mungkin cuma butuh waktu sehari dong. Itu artinya, kita harus stay di kota tujuan untuk beberapa hari. Karena ini bukan untuk liburan, menyewa jasa travel agent untuk menjamin akomodasi selama di luar kota tentu bukan pilihan yang tepat. 

Tapi nggak perlu khawatir, dalam postingan ini saya menawarkan sebuah solusi untuk teman-teman senasib seperjuangaaan!!! Sudah pernah dengar atau mengunjungi situs travelio.com sebelumnya? Ini adalah sebuah situs penyewaan apartemen, rumah, villa secara harian/bulanan dengan inventori di lebih dari 12.000 properti yang tersebar di berbagai kota/negara di wilayah Asia-Pasifik.







Monday, November 7, 2016

Potret Pendidikan di Kaltara, Sinergi Positif Antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat untuk Provinsi Termuda Indonesia

 
Sumber Foto: Documentary NET

"Awalnya itu tidak diterima sama orang tuanya, biar saja di situ, saya takut kalau umpanya anak saya digigit ular, karena ini jauh ke sini 4km."

Begitulah ketika Suraidah berkisah tentang perjuangannya mengupayakan akses pendidikan untuk anak-anak Indonesia di luar batas negara. Wanita berusia 62 tahun tersebut adalah guru merangkap kepala sekolah di Sekolah Tapal Batas yang didirikannya di Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. 

Thursday, November 3, 2016

5 Idol K-Pop ini Dilirik Karena Jago Main Alat Musik

Credit to Owners

Kalau ngomongin industri hiburan Korea, semua orang nggak bisa lepas dari yang namanya K-Pop. Setuju atau nggak, menurut saya jenis musik ini nggak cuma unik, tapi juga identik dengan visual image dan physical attraction

Melalui K-Pop, penikmat musik jadi makin akrab dengan berbagai istilah baru seperti idol group, lead vocalist, face of dan dancing machine. Karena istilah-istilah inilah, saya jadi menarik kesimpulan bahwa menjadi idol di Korea, terutama di industri musiknya, nggak melulu menuntut seseorang harus punya suara yang merdu atau minimal enak didengerin. Karena cukup dengan memiliki wajah yang rupawan dan pinter ngedance, siapa pun sudah cukup komersial untuk diorbitkan menjadi seorang idol. 

Mungkin itu juga alasan kenapa di Korea idol groupnya lebih populer dibandingkan solo artist. Menikmati musik K-Pop yang dibawakan idol group sama seperti menikmati menu hidangan yang komplit, mulai dari appetizer, main course higga dessert. Ada yang suaranya bagus, ada yang cantik dan seksi, ada yang tampan, ada yang warna dan model rambutnya keren, ada yang ngerap dan ngedancenya jago banget, pokoknya full package deh

Nah, satu lagi nilai plus yang biasanya bikin idol K-Pop digilai banyak penggemar. Ada dua sih sebenernya. Selain punya selera fashion yang bagus, biasanya idol K-Pop yang punya banyak bias adalah mereka yang juga jago mainin salah satu instrumen musik. Bahkan nggak jarang kemampuan tersebut juga mereka tunjukkan dalam music video, baik ketika menyanyi solo maupun dengan grup masing-masing.