Monday, November 7, 2016

Potret Pendidikan di Kaltara, Sinergi Positif Antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat untuk Provinsi Termuda Indonesia

 
Sumber Foto: Documentary NET

"Awalnya itu tidak diterima sama orang tuanya, biar saja di situ, saya takut kalau umpanya anak saya digigit ular, karena ini jauh ke sini 4km."

Begitulah ketika Suraidah berkisah tentang perjuangannya mengupayakan akses pendidikan untuk anak-anak Indonesia di luar batas negara. Wanita berusia 62 tahun tersebut adalah guru merangkap kepala sekolah di Sekolah Tapal Batas yang didirikannya di Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. 


PUSAT PEMBELAJARAN HUMANA: MENJAWAB PERSOALAN AKSES PENDIDIKAN DI KALIMANTAN UTARA

Kalimantan utara merupakan provinsi termuda Indonesia yang resmi disahkan dalam rapat paripurna DPR pada 25 Oktober 2012 silam. Provinsi yang beribukotakan Tanjung Selor ini berbatasan langsung dengan Sabah dan Serawak, Malaysia. Tak kurang dari 250ribu orang Indonesia pun menggantungkan hidup mereka di negeri tetangga.

Banyak anak TKI di Malaysia yang kemudian putus sekolah karena persoalan akses yang terlalu jauh. Pemerintah tentu tak bisa hanya mengandalkan orang-orang seperti Suraidah yang menginisiasi penyelenggaraan pendidikan di daerah perbatasan. Segala macam cara pun ditempuh agar anak-anak Indonesia tetap mengenyam bangku sekolah. Termasuk dengan mengirimkan pengajar-pengajar muda Indonesia ke Kota Tawau, Malaysia yang berbatasan langsung dengan Nunukan. 

Sadar dengan segala keterbatasan yang ada, pemerintah Indonesia tak segan merangkul pengusaha dan pemerintah setempat untuk membangun sebuah pusat pembelajaran setingkat SD dan SMP terbuka di Kota Tawau. Berdirilah pusat pembelajaran Humana di atas lahan yang disediakan perusahaan perkebunan Malaysia demi keberlangsungan pendidikan untuk anak-anak Indonesia. 



Sumber Foto: Netmediatama

Di pusat pembelajaran Humana, anak-anak TKI belajar bahasa dan budaya Indonesia. Meski belum pernah menginjakkan kaki di bumi ibu pertiwi, namun wawasan kebangsaan dan cinta tanah air benar-benar ditanamkan di sini. Mereka bahkan tak hanya hafal lagu-lagu kebangsaan namun juga lagu-lagu daerah. 


Sumber Foto: Netmediatama

Semangat dan keceriaan anak-anak Indonesia yang belajar di Humana, secara tidak langsung telah memberikan energi yang positif bagi pemerintah untuk terus berupaya dalam menyediakan fasilitas pendidikan (terutama gedung sekolah) dan jumlah tenaga pendidik yang memadai di Kalimantan Utara, khususnya di daerah yang berbatasan langsung dengan negeri jiran. Upaya tersebut pun membuahkan hasil ketika dalam sebuah rilisnya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia menilai tingkat pendidikan di Kalimantan Utara secara keseluruhan telah menunjukkan peningkatan.

Selain ketersediaan fasilitas pendidikan dan terpenuhinya jumlah tenaga pengajar, peningkatan tersebut juga dilihat dari jumlah siswa SD dan SMP di Kalimantan Utara yang terus bertambah dari tahun 2014-2015. Jumlah siswa SD mengalami peningkatan dari 67.173 siswa menjadi 67.674 siswa, sedangkan siswa SMP meningkat dari 24.310 murid menjadi 25.449 murid


Sumber Foto: bappenas.go.id


Peningkatan jumlah siswa tidak hanya terjadi di kota besar seperti Tarakan, namun di seluruh kabupaten yang ada di Kalimantan Utara termasuk Nunukan. Padahal jauh sebelum Kalimantan Utara berdiri sebagai provinsi, warga Nunukan yang banyak menjadi TKI di Malaysia belum sadar sepenuhnya akan pentingnya pendidikan untuk anak-anak mereka. Bahkan yang lebih mengejutkannya lagi, sudah empat generasi warga Indonesia yang bekerja sebagai TKI, tak pernah tersentuh pendidikan formal

KALTARA CERDAS DAN SEKOLAH BERASRAMA: OPTIMALISASI FASILITAS DAN AKSES PENDIDIKAN DI KALIMANTAN UTARA

Meski dengan pencapaian yang ada saat ini, pemerintah tetap berpikir keras untuk mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas melalui sektor pendidikan. Selain sebagai sarana yang penting dan strategis bagi pembangunan di Kalimantan Utara, pendidikan juga dianggap mampu untuk menjembatani kesenjangan budaya pada masyarakat di daerah-daerah terpencil.

Tantangan yang dihadapi pemerintah memang tak mudah, terlebih ketika berbicara tentang akses pendidikan di daerah terpencil yang masih menjadi persoalan serius di negeri ini. Hal tersebut pun diakui James Modouw, Staf Ahli Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Hubungan Pusat dan Daerah. Menurutnya, akses menjadi masalah utama ditambah persebaran anak-anak sekolah yang jumlahnya terbatas namun terpisah-pisah dengan jarak yang cukup jauh. 

Begitu pula yang dihadapi pemerintah Kalimantan Utara. Provinsi ini memang baru genap berusia empat tahun, namun baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat saling bahu membahu untuk mengoptimalisasi pembangunan pendidikan di Kalimantan Utara. Fokus pembangunan bahkan hampir menyentuh seluruh aspek yang dibutuhkan untuk kemajuan pendidikan di provinsi ke-34 Indonesia, di antaranya:

1. Pembangunan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP)

Pembangunan pendidikan di Kalimantan Utara sebagai provinsi termuda di Indonesia, ternyata tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Sebab, pemerintah daerah pun turut berkontribusi. Tanah seluas 4 hektar yang terletak di Desa Bumi Rahayu, Tanjung Selor, Bulungan telah dihibahkan oleh pemprov untuk pembangunan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Utara. 

 
Sumber Foto: tribunnews.com


Peletakan batu pertama pembangunan LPMP oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Efendy beserta Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie pada awal November lalu, menjadi bukti keseriusan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan di Provinsi Kalimantan Utara melalui pendidikan. Pembangunan LPMP yang ditargetkan tuntas pada 2019 mendatang diperlukan sebagai salah satu tolok ukur kualitas pendidikan di perbatasan. Kemendikbud pun telah menggelontorkan dana senilai Rp100miliar dari APBN untuk pembangunan LPMP Kaltara. 

2. Kemendikbud Luncurkan Kaltara Cerdas

Sejak Anies Baswedan masih menjabat sebagai Mendikbud, wacana untuk meluncurkan bantuan  pendidikan "Kaltara Cerdas" sebenarnya telah digagas Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie. Menurut rencana awal, beasiswa pendidikan ini akan diserahkan kepada 2000 lebih penerima dari jenjang D3 hingga S3 dengan total dana mencapai Rp13miliar. Pendaftaran "Kaltara Cerdas" pun akhirnya telah dibuka sejak Juli 2016 lalu.



 

Di hari yang sama saat peletakan batu pertama pembangunan LPMP Kaltara, Mendikbud Muhadjir Efendy sekaligus menghadiri peluncuran program Kaltara Cerdas tepatnya di Universitas Kaltara, Tanjung Selor. Mahasiswa yang akan menerima "Kaltara Cerdas" berdasarkan data sebanyak 1.513 orang. Kaltara Cerdas merupakan bantuan dana pendidikan yang khusus diperuntukkan bagi mahasiswa kurang mampu dan berprestasi. 

Tepat di hari itu pula, beasiswa yang telah lama dinanti sejak Juli lalu dicairkan ke rekening masing-masing penerima. Total anggaran yang diterima Dewan Pendidikan 2016 adalah Rp12,3miliar. Namun yang terserap untuk penerimaan beasiswa "Kaltara Cerdas" senilai Rp8miliar sesuai dengan jumlah penerima yang lolos verivikasi. 

3.Pembangunan Sekolah Berasrama

Menghadapi persoalan akses pendidikan di daerah perbatasan seperti yang terjadi di Kalimantan Utara, membuat pemerintah tidak tinggal diam dalam menemukan formula yang tepat untuk memecahkan permasalahan tersebut. Khususnya untuk memfasilitasi anak-anak TKI yang bersekolah di Kabupaten Nunukan, pemerintah pun menyediakan sejumlah asrama salah satunya yang berada di lingkungan SMK N 1 Nunukan. 

Pembangunan asrama oleh Kemendikbud terbukti memberi kemudahan bagi anak-anak TKI yang mengalami kendala untuk menempuh pendidikan di Nunukan. Saat ini asrama telah ditempati 87 anak TKI yang juga bersekolah di SMKN 1 Nunukan. Selain asrama di SMK N 1 Nunukan yang mampu menampung 160 siswa, Kemendikbud juga telah membangun dua asrama lainnya yakni di lingkungan SMKN 1 Sebatik Barat dan SMK N 1 Mutiara Bangsa Sebatik. Ketiga asrama tersebut mampu menampung lebih dari 500 anak-anak TKI. 



Sumber Foto: korankaltara.co


Namun demikian, keberadaan sejumlah asrama yang telah difungsikan untuk anak-anak TKI ini tentu masih sangat terbatas untuk siswa-siswa SMK. Untuk itu, Mendikbud pun telah menginstruksikan kepada Dirjen Pendidikan Dasar Menengah untuk membangun sekolah berasrama. Kehadiran sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas asrama, menurut Mendikbud tentu dapat meningkatkan pelayanan yang maksimal terhadap siswa yang berada di wilayah perbatasan.

Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap menentukan titik lokasi yang akan menjadi tempat pembangunan sekolah berasrama. Bangunan fisik asrama akan menjadi tanggung jawab Kemendikbud, sementara untuk infrastrukturnya diserahkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Tak sampai di situ, Kemendikbud yang juga bekerjasama dengan Kementerian BUMN pun akan melengkapi fasilitas sekolah berasrama tersebut dengan jaringan internet. 

Menanggapi rencana besar Kemendikbud, Gubernur Kaltara pun sangat mengapresiasi dan bersedia untuk mendukung rencana pembangunan sekolah berasrama di Provinsi Kalimantan Utara. Sambutan yang positif ini sekaligus menunjukkan semangat pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada di Kaltara melalui sinergi postif dengan pemerintah pusat. 


%%%

Membangun negeri tercinta, tidak melulu harus dengan memperindah kotanya atau dengan memberdayakan sumber daya manusianya yang sudah memiliki kapasitas di atas rata-rata. Perlu dicatat, Indonesia negeri yang luas, saudara-saudara kita yang berada di wilayah perbatasan pun butuh uluran tangan. Uluran tangan yang membangkitkan semangat mereka untuk kembali mengenyam pendidikan, kembali menggantungkan asa setinggi langit, dan kembali berupaya untuk mewujudkannya. Melalui optimalisasi pembangunan di bidang pendidikan, saat ini pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sedang mengupayakan semua itu di provinsi termuda Indonesia. Sebuah provinsi di bagian utara Kalimantan yang menjadi wajah Indonesia di wilayah perbatasan negeri tetangga. 

No comments:

Post a Comment