Saturday, February 18, 2017

[Djarum Superliga 2017] Selalu Ada Alasan untuk 'Pulang' ke Surabaya

Sumber:www.djarumbadminton.com

Pernah di sebuah kesempatan, masih di Kota Yogyakarta. Saya akhirnya bisa bertemu dengan penulis yang selama ini saya jadikan sebagai salah satu role model, Dewi Lestari. Di sebuah lembaga kursus Bahasa Perancis, Dee merayakan 15 tahun Supernova bersama addeection akhir Desember tahun lalu. Saat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pembaca setianya, ada perkataan Dee yang kemudian merasa perlu saya highlight di postingan kali ini. 

"Saya harus jujur bahwa saya ini pembaca yang rakus. Saya senang sekali membaca. Dalam seminggu saya bisa ngelahap 3 sampai 5 buku yang dua ratusan halaman. Tapi saya juga digerakkan oleh motivasi mencari informasi. Jadi ketika saya baca buku, jarang sekali tujuannya demi hiburan."

Saya pun sepemikiran dengan Dee. Sebagai seseorang yang memiliki beragam kegemaran terhadap banyak hal, saya selalu berusaha untuk tidak memposisikannya sebagai time killer atau hanya untuk mengisi waktu luang. Semua kegemaran tersebut juga tak sekadar hiburan yang kemudian selalu membuat saya bahagia ketika melakukannya. Saya ingin dari kegemaran-kegemaran itulah saya menjadi banyak belajar tentang hal yang baru dan merasakan pengalaman yang berharga untuk diingat dan diceritakan. 

Termasuk ketika saya jatuh cinta pada cabang olahraga Bulutangkis. Satu-satunya cabang olahraga yang bisa saya mainkan. Satu-satunya cabang olahraga yang menjadi tontonan seru sekaligus mendebarkan ketika menyaksikannya. Serta satu-satunya cabang olahraga yang juga memiliki daya bius untuk mendorong saya melakukan sesuatu yang belum pernah saya alami sebelumnya. 



Bulutangkis merupakan salah satu kegemaran yang kemudian membuat saya termotivasi untuk belajar sesuatu hal yang baru. Olahraga ini pun masih mempunyai relevansi dengan hobi saya lainnya sekaligus yang utama yakni menulis. Berkat Bulutangkis, saya akhirnya belajar bagaimana menulis berita olahraga. Meskipun formatnya memang masih untuk tulisan yang diunggah ke dalam blog pribadi. Selain itu, karena kegemaran ini pula saya berkesempatan untuk melakukan sebuah perjalanan sebagai solo traveler kembali (akhirnyaaaa...setelah sekian lama). 

Merancang sebuah perjalanan ke luar kota sendirian memang selalu menjadi hal yang menantang buat saya. Namun juga sekaligus menjadi sesuatu yang selalu ingin saya lakukan selama masih diberi kesehatan, kesempatan dan budget yang mencukupi tentunya😁 

Sebuah event bertajuk "Djarum Superliga 2017" adalah sebuah peluang untuk kembali merasakan sensasinya bepergian tanpa seorang partner. Pengalaman pertama menjadi seorang solo traveler saya lakukan sejak tahun pertama di bangku kuliah. Perjalanan ke Surabaya untuk menghadiri meet and greet Raditya Dika saat itu pun merupakan pengalaman pertama saya menaiki moda transportasi kereta api. Setelah itu, perjalanan-perjalanan selanjutnya selalu mempunyai kisah-kisah yang menarik dan cukup berkesan di hidup saya, bahkan banyak kejadian-kejadian lucu yang kalau diingat selalu bikin ketawa. 

Balik lagi ke "Djarum Superliga 2017". Tahun ini, Surabaya menjadi kota yang dipilih sebagai tuan rumah untuk kejuaraan beregu putra dan putri yang menggunakan format Piala Thomas dan Piala Uber. Tentu bukan sebuah kebetulan untuk kembali mengunjungi kota yang sudah seperti kampung halaman kedua untuk saya hingga selalu ada alasan untuk "pulang" ke kota ini. Jaman masih kuliah di Malang, saya pernah tinggal selama sebulan untuk magang. Setelah lulus, saya sempat bekerja di salah satu media hiburan online selama 5 bulan di sini. "Djarum Superliga 2017" secara tidak langsung akan menjadi ajang nostalgia saya dengan kota metropolitan kedua di Indonesia. Then i must to say that i love being surrounded by tall buildings!

%%%

"Djarum Superliga 2017" yang akan mempertemukan klub-klub terbaik di Indonesia ini diselenggarakan mulai 19 hingga 26 Februari. Sejumlah Pertandingan yang didukung oleh pebulutangkis-pebulutangkis dunia itu akan berlangsung di DBL Arena. Itu sebabnya kejuaraan ini menjadi kesempatan emas bagi saya untuk bisa bertemu Lee Yong Dae cs. 

Sebelum akhirnya memutuskan untuk berangkat ke Surabaya, saya sudah melakukan riset kecil-kecilan terkait transportasi dan akomodasi selama berada di sana. Saya pun mulai menentukan tanggal keberangkatan dan berapa lama saya akan bermalam di Kota Pahlawan. Pilihan saya kemudian jatuh di tanggal 20 hingga 22 Februari

Sejak pertama kali berkoar-koar akan nonton "Djarum Superliga 2017" di Surabaya pada beberapa akun Instagram komunitas penggemar Bulutangkis, ada beberapa Badminton Lover (BL) yang kemudian menghubungi saya lewat direct message. Dengan senang hati, saya pun berbagi informasi dengan mereka yang juga ingin menyaksikan kejuaraan dengan total hadiah 3,3 miliar itu dengan datang langsung ke Surabaya. 






Info lengkap untuk jadwal pertandingan, harga dan pembelian tiket, lokasi penyelenggaraan serta atlet siapa saja yang berpartisipasi di kejuaraan "Djarum Superliga 2017" bisa dilihat di sini

No comments:

Post a Comment