Friday, November 3, 2017

Renungan Pertama Perihal Kebahagiaan


 
Suatu pagi di dekat pekarangan rumah

Jika hidupmu tidak bahagia di dunia, tetapi tidak pula mendambakan kehidupan yang lebih baik di akhirat kelak, maka kamu termasuk orang-orang yang merugi. Enggan memperbaiki diri. Tidak mau menyembuhkan hati. Hanya menanti mati. 


Jika hidupmu tidak bahagia di dunia, mulailah untuk mengejar kebahagiaan tersebut untuk kehidupan yang lebih kekal. Mulailah bercita-cita untuk menerima catatan amalmu dengan tangan kananmu. Jika kamu ditinggalkan bersama kesedihan, maka jangan percepat langkahmu untuk mengejar kebahagiaan yang sesaat. Tidakkah kau tahu dunia memang diciptakan sebagai tempat untuk merasakan betapa kejamnya kepedihan. Tetapi harusnya kamu bergembira dengan itu, karena tak ada sengsara yang sudi berlama-lama jika kau tahu caranya bahagia. 


Caranya bahagia adalah dengan mengingat-ingat nikmat. Lebih baik menghitung-hitung dosa, daripada terus berteman dengan keluh kesah. Jangan menyalahkan Tuhan atas perbuatan-perbuatanmu yang mengundang keterpurukan. Tetapi jangan pula berputus asa pada pertolongan-Nya. 


Bahagia bukan perkara sebab akibat. Ia benda kasat mata yang diciptakan, dikreasikan, dihadirkan. Ia berbahan dasar kesabaran dan kepandaian untuk mensyukuri nikmat. Jangan pernah lelah berupaya menjadi bahagia jika tujuannya semata-mata untuk selamat. Karena tidak sedikit bahagia yang berujung sesat. Ia lahir  bukan dari mensyukuri nikmat tetapi dari rahim maksiat. 


Adalah pilihan untuk meraih bahagia yang fana atau rela bersusah payah dan berderai air mata mengumpulkan kepedihan demi bahagia yang tak berbatas masa. 


 وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ إِلا مَا شَاءَ رَبُّكَ عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ 

Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya (QS.Hud: 108).

No comments:

Post a Comment